Diorama-Diorama Sejarah Nasional Indonesia

DIORAMA SISI 1 

IMG_3162

BANDAR SRIWIJAYA, ABAD KE 7 – 13

Terletak pada jalur pelayaran antara Indonesia, Cina dan India, berperan penting dalam kegiatan perdagangan sehingga menguntungkan bagi Kerajaan Sriwijaya. Kapal-Kapal asing banyak berlabuh dan pendeta-pendeta Buddha dari Cina sering singgah dan menetap untuk waktu yang lama mempelajari agama Buddha. Bandar Sriwijaya akhirnya berkembang sebagai pusat niaga dan budaya.

 IMG_3163

CANDI BOROBUDUR, 824

Borobudur didirikan oleh raja Samaratungga dari keluarga Sailendra dengan bantuan sumbangan para penganut agama Buddha secara gotong royong. Keseluruhan bangunan berbentuk stupa raksasa dan mencerminkan alam semesta.  Dalam pembangunan candi, hampir dua ratus ribu kaki kubik batu dipergunakan. Sejumlah 504 arca Buddha dan 1555 stupa besar dan kecil melengkapi monumen Buddha yang megah ini.

 IMG_3166

BENDUNGAN WARINGIN SAPTA, ABAD KE-11

Setelah raja Airlangga berhasil menyatukan wilayah kekuasaannya kemakmuran rakyat ditingkatkan. Kali Brantas dibendung di dekat Kelagen untuk irigasi serta menanggulangi banjir. Rakyat setempat ditunjuk untuk memelihara bendungan dan sebagai imbalan daerah tersebut dibebaskan dari kewajiban membayar pajak. Akibatnya pelayaran kali Brantas bertambah ramai dan pelabuhan Hujung Galuh menjadi pusat perdagangan antar pulau.

Perpaduan Sivaisme

CANDI JAWI PERPADUAN SIVAISME – BUDHISME, 1292

Perpaduan Sivaisme dan Budhisme sebagai hasil sinkretisme dapat dilihat pada candi Jawi yang terletak di gunung Welirang. Di sebalah barat daya Pandakan. Candi ini dibangun pada masa raja Kartanegara – raja terakhir Singasari. Puncaknya berbentuk Ratnastupa. Pada bagian atas terdapat Buddha Aksobhya dan di bagian bawah area Siva Mahadewa.

IMG_3172

SUMPAH PALAPA, 1331

Sesudah Gajah Mada berhasil menyelesaikan perang Sadeng 1331, maka untuk membela keutuhan Negara Majapahit dia bersumpah tidak akan makan Palapa sebelum nusantara dapat dipersatukan. Sumpah Palapa adalah pendahulu cita-cita persatuan Indonesia yang kemudian diperjuangkan para perintis kemerdekaan sejak 1908.

 IMG_3173

ARMADA PERANG MAJAPAHIT, ABAD KE-14

Sepeninggal Gajah Mada timbul kesulitan dalam pemerintah Hayam Wuruk. Pemerintah yang baru berusaha mempertahankan keutuhan nusantara dengan mengambil tindakan yang ditujukan kepada kemakmuran rakyat dan keamanan daerah-daerah. Hal ini dibuktikan dengan memperkuat armada perang untuk menjaga keutuhan Nusantara dan mengatasi usaha pengacauan antara lain oleh armada Cina.

 IMG_3176

UTUSAN CINA KE MAJAPAHIT, 1405

Sejak Majapahit mengalami zaman keemasan, hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga berlangsung dengan baik. Pengakuan terhadap kedaulatan Majapahit oleh Cina ditandai dengan kunjungan Cheng Ho pada tahun 1405 yang diterima oleh Wikramawardhana.

 IMG_3177

PERANAN PESANTREN DALAM PENYATUAN BANGSA, ABAD KE-14

Salah satu cara menyiarkan Islam di Indonesia adalah melalui pendidikan di pesantren atau pondok yang diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai atau ulama. Kegiatan pesantren-pesantren beserta kiai-kiai dalam penyebaran agama Islam dan pengembangan pendidikan masyarakat mempunyai peranan penting dalam proses penyatuan bangsa.

 IMG_3181

PERTEMPURAN PEMBENTUKAN JAYAKARTA, 22 JUNI 1527

Untuk membendung pengaruh Portugis yang sejak awal abad ke-16 telah berkuasa di Malaka, Sultan Trenggono, Demak, mengirim Fatahillah dengan pasukannya dan pada tahun 1527 Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa sebelum Portugis mendirikan benteng di pelabuhan Sunda Kelapa sesuai perjanjian tahun 1522 dengan raja Pajajaran. Dalam pertempuran tanggal 22 Juni 1527 di pelabuhan Sunda Kelapa, Fatahillah berhasil mengalahkan ekspedisi Fransisco de Sa yang dikirim Portugis untuk mendirikan benteng di sana. Nama Sunda Kelapa kemudian diganti dengan Jayakarta yang berarti Kota Kemenangan.

IMG_3182

ARMADA DAGANG BUGIS, ABAD KE-15

Pelayaran orang-orang Makassar dan Bugis mulai abad ke-15 sudah meliputi seluruh perairan Nusantara. Gambaran tentang luasnya daerah-daerah yang dikunjungi terlihat dengan jelas pada tulisan tentang hukum laut Amanna Gappa dan peta laut Bugis.

 IMG_3184

PERANG MAKASSAR

Sultan Hasanuddin membuka pelabuhan Makassar untuk negara-negara yang ingin berhubungan dagang dengan Makassar. Perkembangan Makassar dan sikap Hasanuddin yang menjalankan politik perdagangan bebas dengan negara-negara lain menimbulkan pertentangan dengan Belanda yang menjalankan monopoli perdagangan sehingga akhirnya timbul peperangan. Pada tanggal 8-9 Agustus 1668, Sultan Hasanuddin memimpin  pertempuran mempertahankan benteng Sumbaopu dari serbuan Belanda.

 —–

DIORAMA SISI 2

IMG_3191

PERLAWANAN PATIMURA, 1817

Berdasarkan Konvensi London 1814, Belanda berkuasa kembali di Indonesia, serta mengulangi menjalankan monopoli perdagangandan segala sesuatu yang bersifat ekploitasi dilaksanakan kembali. Rakyat Maluku tidak mau menerima politik monopoli Belanda dan kemudian mengadakan perlawanan di bawah pimpinan Patimura. Pada tanggal 15 Mei 1817 Patimura bersama rakyat menyerbu benteng Duurstede di Saparua dan berhasil merebutnya.

IMG_3193

PERANG DIPONEGORO, 1825 – 1830

 IMG_3195

PERANG IMAM BONJOL, 1821 – 1837

Sekembalinya para ulama dari tanah suci, mereka melihat bahwa keadaan kehidupan masyarakat tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Para ulama yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol mengadakan pembaharuan-pembaharuan yang ditentang oleh kaum adat. Belanda untuk memperkuat kedudukannya kemudian memihak kaum adat. Menyadari kekuasaan Belanda semakin luas, akhirnya perlawanan terhadap Belanda dilakukan oleh kaum ulama bersama kaum adat. Tuanku Imam Bonjol menghimpun kekuatannya antara lain dengan membuat parit-parit pertahanan.

IMG_3197

PERANG BANJAR, 1859 – 1905

Untuk menjaga agar hasil bumi Kalimantan seperti batu bara, minyak, karet dan lain –lain tidak jatuh ke tangan bangsa lain, Belanda berusaha untuk menguasai Banjar melalui campur tangan dalam pemerintahan Kesultanan Banjar. Hal ini menjadi alasan bagi masyarakat Banjar untuk mengangkat senjata melawan Belanda di bawah pimpinan pangeran Antasari. Penyerangan terhadap kapal Belanda Onrust di Lontartur dilakukan oleh pangeran Suropati, saudara pangeran Antasari.

 IMG_3199

PERANG ACEH, 1873 – 1904

Aceh menolak tuntutan Belanda agar menghentikan hubungannya dengan negara-negara lain. Belanda segera mengirim ekspedisi yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Kohler. Serangan pertama Belanda gagal. Bahkan panglimanya, Kohler, gugur dalam pertempuran di halaman Masjid Agung Baiturrahman Banda Aceh. Pembakaran Masjid Agung Baiturrahman semakin menumbuhkan semangat perlawanan rakyat terhdap Belanda.

IMG_3201

PERANG SISIMANGARAJA, 1877 – 1907

Dengan dalih bahwa zending sering diganggu oleh pasukan Sisingamangaraja, Belanda melakukan ekspansi ke Tapanuli. Bentrokan pertama dengan Belanda terjadi pada tanggal 15 Februari 1878, setelah Sisimangaraja memberi peringatan kepada pasukan Belanda agar meninggalkan Tapanuli. Perlawanan terhadap Belanda kemudian mendapat bantuan dari rakyat Aceh dan Minangkabau. Dalam pertempuran di Tanggabatu dekat Balige pada 1884, Sisingamangaraja dapat memukul mundur pasukan Belanda.

 IMG_3204

PERTEMPURAN JAGARAGA, 1848 – 1849

Pada tahun 1841, belanda memaksakan penghapusan peraturan Tawan Karang yang diakui sebagai lembaga hukum adat di Bali tetapi ditolak oleh Buleleng dan Karangasem. Walaupun dalam serangan Belanda pada tahun 1840 Buleleng dan Karangasem dapat diduduki, namun semangat juang rakyat tetap berkobar dan mereka menyiapkan pertahanan di Jagaraga. Pertempuaran di muka Pura Dalam Jagaraga berakhir dengan gugurnya seisi pura yang dikenal sebagai puputan Jagarara.

IMG_3205

TANAM PAKSA, 1830 – 1870

Perang Diponegoro mengakibatkan krisis keuangan bagi Belanda. Untuk mengatasi krisis tersebut Gubernur Jenderal Van Den Bosch memaksa rakyat di tanah Jawa menanami sebagian besar tanah mereka dengan tanaman yang laku di Eropa seperti nila, teh, kopi, lada, gula, dan kayu manis. Rakyat yang tidak memiliki tanah dipaksa bekerja di perkebunan-perkebunan. Bagi rakyat Indonesia tanam paksa merupakan eksploitasi yang luar biasa,mengakibatkan timbulnya kelaparan karena mereka tidak mempunyai kesempatan menggarap sawah ladang mereka.

 IMG_3207

KEGIATAN GEREJA DALAM PENYATUAN BANGSA

Gereja protestan dengan zendingnya giat mengadakan propaganda terutama di daerah-daerah yang keadaanya masih terbelakang. Pada tahun 1928 berdiri Perserikatan Kaum Christen dan Partai Kaum Masehi Indonesia. Keduanya merupakan bagian gerakan nasional. Selain bergerak dalam bidang agama juga bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial. Sehingga secara langsung membantu menyatukan bangsa Indonesia yang sedang mengalami proses penyatuan bangsa.

 IMG_3209

KARTINI, 1879 – 1904

Gerakan mengejar kemajuan pada akhir abad ke-19 terbukti dari kebutuhan akan pendidikan; Kartini tampil sebagai pendekar kaumnya ketika pandangan umum masih dihinggapi konservatisme yang kuat bagi anak perempuan. Buah pikiran Kartini untuk membebaskan kaumnya dari keterbelakangan tercermin dalam surat-surat yang dikirim kepada sahabat-sahabat karibnya di negeri Belanda yang kemudian dihimpun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

IMG_3212

KEBANGKITAN NASIONAL, 20 MEI 1908

Politik kolonial Belanda tidak menghendaki rakyat Indonesia menjadi cerdas karena hal itu akan membahayakan kedudukan Belanda. Akhirnya pendidikan modern terpaksa diberikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga terdidik dan untuk meningkatkan masyarakat Indonesia sebagai pasar bagi industri Belanda. Kebangkitan kaum terpelajar Indonesia menimbulkan kesadaran nasional untuk menghimpun tokoh-tokoh pergerakan nasional diwujudkan oleh dr. Sutomo dan kawan-kawan dengan membentuk Boedi Utomo.

 IMG_3214

TAMAN SISWA, 3 JULI 1922

Politik pendidikan pada zaman penjajahan tidak dapat dipisahkan dari kepentingan kolonial. Sebagai reaksi, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa di Yogyakarta yang kemudian berkembang dengan pesat sehingga mengkhawatirkan Belanda. Semangat nasionalisme sangat menjiwai kehidupan Taman Siswa. Pada tahun 1935 berlangsung kongres Pendidikan Nasional yang pertama dengan tujuan hendak menggalang persatuan dan mencari perumusan tentang pendidikan yang bersifat nasional.

 —–

DIORAMA SISI 3

IMG_3221

MUHAMMADIYAH, 18 NOPEMBER 1912

Keadaan masyarakat Islam pada abad ke XIX pada permulaan abad XX sangat menyedihkan. Agama Islam telah banyak bercampur dengan berbagai ajaran yang bukan berasal dari Qur‘an dan Hadits. Bertolak dari keadaan tersebut, Kiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan tujuan pokok mengadakan pembaharuan kehidupan agama Islam. Kegiatannya meliputi bidang-bidang keagamaan, pendidikan dan kemasyarakatan.

 IMG_3223

PERHIMPUNAN INDONESIA, 1922

Perjuangan mencapai Indonesia meredeka di luar negeri dipelopori oleh Mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri Belanda. Pada bulan Februari 1927 Perhimpunan Indonesia berjuang di forum internasional dengan mengambil bagian dalam Kongres Liga Anti Kolonialisme di Brussel. Selanjutnya propaganda Perhimpunan Indonesia semakin berani dan tajam sehingga pemerintah Belanda mengadakan penangkapan terhadap 4 orang pimpinannya yaitu Moh. Hatta, Abdul Madjid, Ali Sastroamidjojo, Natsir Datuk Pamuntjak, tetapi oleh pengadilan mereka dinyatakan tidak bersalah.

IMG_3224

STOVIA (SEKOLAH DOKTER BUMI PUTERA), 1898 – 1926

Gagasan yang didengungkan dari gedung STOVIA, tempat lahir Boedi Oetomo untuk mempertinggi derajat bangsa mendapatkan dukungan diberbagai kota. Konsolidasi segera diadakan yaitu dengan menyelenggarakan Kongres pada tanggal 4-5 Oktober 1908 di Yogyakarta. Dalam perkembangan selanjutnya Boedi Oetomo tumbuh menjadi perhimpunan nasional yang umum dan besar sehingga apa yang telah dilakukan mahasiswa STOVIA dalam rapat tanggal 9 Mei 1908 dianggap sebagai lahirnya pergerakan nasional Indonesia.

 IMG_3227

DIGUL, 1927

Pergerakan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan menyebar ke seluruh Indonesia. Pada tahun 1926 dan 1927 timbul pemberontakan terhadap Belanda di Jawa Barat, Jawa tengah dan Sumatera Barat, akan tetapi dapat ditumpas dengan kejam. 13.000 orang ditangkap, diantaranya 1.300 orang dibuang ke Tanah Merah, Digul. Dalam perkembangan selanjutnya Digul menjadi tempat pengasingan bagi tokoh pergerakan nasional: antara lain Moh. Hatta dan Sutan Sjahrir.

 IMG_3228

SUMPAH PEMUDA, 18 OKTOBER 1928

Dalam lingkungan pergerakan nasional Indonesia, para pemuda telah melahirkan berbagai ragam organisasi pemuda yang pada umumnya masih bersifat kedaerahan dan satu dengan yang lain tidak mempunyai hubungan. Iklim persatuan Indonesia mempengaruhi dan mendorong untuk membina satu pergerakan pemuda yang berjiwa nasional kesatuan. Usaha ke arah itu dilakukan dalam serangkaian kongres pemuda. Pada Kongres Pemuda yang kedua dicetuskan Sumpah Pemuda dan dikumandangkan untuk pertama kali lagu Indonesia Raya.

 IMG_3230

ROMUSYA, 1942 -1945

Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang. Untuk memenangkan perang, Jepang kemudian secara paksa mengerahkan seluruh tenaga dan kekayaan bumi Indonesia. Rakyat dikerahkan untuk melaksanakan kerja paksa pada objek vital dan sarana militer. Mereka mengalami siksaan dan tidak mendapatkan makanan yang cukup dan akibatnya berpuluh-puluh ribu romusya menemui ajal ditempat-tempat mereka bekerja.

 IMG_3236

PEMBERONTAKAN TENTARA PETA DI BLITAR, 14 PEBRUARI 1945

Pada bulan Oktober 1943 Pemerintah Pendudukan Jepang membentukan tentara Pembela Tanah Air untuk membela tanah Jawa yang didukung para pemuda. Perasaan benci terhadap Jepang semakin mendalam ketika mereka bertugas membangun kubu-kubu pertahanan bersama para romusya. Menyaksikan penderitaan rakyat dan aspirasi untuk merdeka, Supriyadi memimpin batalyon PETA di Blitar mengadakan pemberontakan dengan menyerbu markas militer Jepang.

 IMG_3238

PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1945

Mengetahui bahwa Jepang kalah perang, rakyat Indonesia baik para pemuda maupun para pemimpin pergerakan kebangsaan berpacu dengan waktu untuk memperjuangkan cita-cita perjuangan yakni mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selekas mungkin. Dalam pertemuan rahasia pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945 di Jalan Imam Bonjol 1 Jakarta, naskah proklamasi dirumuskan, ditandatangani oleh Soekarno dan Moh. Hatta. Pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 Soekarno didampingi Moh. Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

 IMG_3240

PENGESAHAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945, 18 AGUSTUS 1945

Setelah kemerdekaan Indonesia di proklamasikan, para pemimpin bangsa dengan segera menyusun tatanan kehidupan negara. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia  mengadakan rapat di Pejambon, Jakarta. Rapat menghasilkan keputusan yang sangat penting mengenai ketatanegaraan Negara Indonesia, mensahkan Pancasila sebagai Landasan Falsafah Negara dan Undang-Undang Dasar 1945. Rapat juga memilih Soekarno dan Moh. Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

 IMG_3242

HARI LAHIR ABRI, 5 OKTOBER 1945

Pada tanggal 22 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan pembentukan Barisan Keamanan Rakyat untuk memelihara keamanan dan ketertiban umum didaerahnya masing-masing. Dalam perebutan kekuasaan terhadap Jepang dan perlawanan terhada Sekutu serta untuk memperkuat persaan kemanan umum disadari perlu suatu Angkatan Bersenjata yang tangguh maka pada tanggal 5 Oktober 1945 pemerintah mendekritkan pembentukan Tentara Keamanan Rakyat.

 IMG_3244

PERTEMPURAN SURABAYA, 10 NOPEMBER 1945

Pasukan Sekutu termasuk tentara dan opsir-opsir NICA mendarat di Surabaya pada bulan Oktober 1945, sehingga menimbulkan beberapa insiden yang kemudian meningkat menjadi pertempuran. Setelah Brigdjen Mallaby terbunuh, ultimatum dikeluarkan kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata mereka. Rakyat tidak menghiraukannya dan pada tanggal 10 Nopember 1945 pecah pertempuran hebat ketika Sekutu mengerahkan kekuatan darat, laut dan udara untuk membinasakan para pejuang Surabaya yang bertempur dengan semangat pantang mundur. Dan oleh rakyat Indonesia peristiwa ini diabadikan sebagai Hari Pahlawan.

 IMG_3247

KEGIATAN GEREJA KATOLIK ROMA DALAM PROSES PENYATUAN BANGSA

Gereja Katolik Roma dalam misinya mengumpulkan pemuda-pemuda dari pelbagai suku dan daerah sehingga terbentuk suatu masyarakat Katolik Roma yang didalamnya bersemi semangat Nasionalisme. Kegiatannya dalam bidang pendidikan dan sosial secara langsung membantu bangsa Indonesia yang sedang mengalami proses penyatuan terhadap cita-cita Indonesia Merdeka. Perhimpunan Politik Katolik Indonesia ikut menandatangani Petisi Soetardjo 1936 yang menuntut pemerintah kolonial untuk memerdekakan bangsa Indonesia.

 —–

DIORAMA SISI 4

IMG_3255

GERILYA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN 1945 – 1949

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan menggunakan peralatan perang sederhana, bergerilya bersama rakyat menghadapi musuh yang hendak menegakkan kembali kekuasaan Belanda. Untuk menegakkan kekuasaan Republik Indonesia di daerah-daerah yang dikuasai musuh disusun kantong-kantong gerilya yang dapat melaksanakan pertahanan secara berdiri sendiri dengan integrasi segenap kekuatan politik, ekonomi, sosial, budaya dan militer.

 IMG_3256

JENDERAL SOEDIRMAN, 1948

Yogyakarta ibukota RI, direbut Belanda dalam aksi militer kedua tanggal 19 Desember 1948 dan pimpinan pemerintahan ditangkap. Merek dipindahkan ke Bukittinggi dengan membentuk pemerintahan darurat RI. Jenderal Soedirman yang waktu itu dalam keadaan sakit payah memimpin gerilya untuk melanjutkan perjuangan membela kemerdekaan. Jenderal Soedirman baru kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1944 setelah pemerintah RI dikembalikan ke Yogyakarta sesuai dengan persetujuan antara Indonesia dengan Belanda.

IMG_3258

PENGAKUAN KEDAULATAN, 27 DESEMBER 1949

Perjuangan gigih rakyat Indonesia melawan agresi militer Belanda serta tekanan Dewan Keamanan PBB memaksa Belanda kembali ke meja perundingan. Di Jakarta pada tanggal 7 Juli 1949 tercapai persetujuan untuk mempersiapkan suatu Konferensi Meja Bundar yang akan membicarakan pengakuan kedaulatan Indonesia. Dalam KMB di Den Haag, Pemerintah Belanda mengakui kedaulatan di Indonesia pada Republik Indonesia Serikat. Upacara pengakuan kedaulatan di Jakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih.

 IMG_3261

KEMBALI KE NEGARA KESATUAN, 1950

Rakyat di setiap daerah menuntut pembubaran Negara Serikat. Karena tuntutan rakyat secara spontan, beberapa Negara bagian menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia yang merupakan Negara bagian dari RIS. Dalam perundingan antara RIS dengan Negara bagian RI tercapai kesepakatan tentang penghapusan bentuk federal dan berdiri kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kemudian diumumkan oleh Mr. Soepomo pada tanggal 17 Agustus 1950.

 IMG_3263

INDONESIA MENJADI ANGGOTA PBB. 28 SEPTEMBER 1950

Dalam kehidupan bersama dan bermasyarakat di dunia, kerjasama antar bangsa dalam suatu wadah adalah sangat berguna untuk memelihara perdamaian dunia. PBB dan organisasi bawahannya bermanfaat untuk mengatasi sengketa antar Negara-negara yang telah merdeka dan mempercepat proses dekolonisasi. Menyadari hal itu dan mengingat bantuan dalam menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda, Indonesia terdorong menjadi anggota PBB.

 IMG_3265

KONPERENSI ASIA AFRIKA, 18 – 24 April 1955

Perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang timbul setelah berakhir perang dunia kedua, sewaktu-waktu dapat meletus menjadi perang nuklir. Menyadari akan bahaya ini, 30 negara Asia-Afrika mengadakan konperensi yang menghasilkan resolusi Dasasila Bandung. Asia-Afrika menjadi suatu kekuatan yang dapat menjadi penengah antara Blok Barat dan Blok Timur.

 IMG_3267

PEMILIHAN UMUM PERTAMA, 1955

Pemerintah menyadari bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sebagai salah satu sarana demokrasi. Pada tahun-tahun pertama berdirinya, Republik Indonesia harus menghadapi musuh dari luar sehingga pemilihan umum sulit dilaksanakan. Pemilihan umum dilaksanakan di seluruh Indonesia diikuti oleh 48 partai politik untuk memilih wakil-wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat tanggal 29 September 1955 dan untuk memilih wakil-wakil rakyat di Dewan Konstituante pada tanggal 15 Desember 1955.

 IMG_3269

PEMBEBASAN IRIAN JAYA, 1 MEI 1963

Upaya mengembalikan Irian Jaya ke pangkuan Republik Indonesia melalui perundingan selalu gagal. Ketika Belanda bermaksud membentuk pemerintahan boneka di Irian Jaya, Presiden Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta. Setelah Komando Mandala melancarkan operasi militer, Belanda terpaksa menyerahkan Irian Jaya melalui PBB. Pada tanggal 1 Mei 1963 berlangsung upacara penyerahan Irian Jaya kepada Indonesia yang diwakili oleh Sudjarwo Tjondronegoro di Jayapura.

 IMG_3271

HARI KESAKTIAN PANCASILA, 1 OKTOBER 1965

Pancasila merupakan kepribadian dan pandangan hidup Bangsa yang telah berkali-kali mengalami percobaan, diuji kebenaran, keampuhan dan kesaktiannya. Pada tanggal 1 Oktober 1965, G30S/PKI melancarkan pemberontakan dan pengkhianatan dengan membunuh pimpinan TNI-AD, kemudian merebut kekuasaan negara. Keberhasilan ABRI dan rakyat yang berjiwa Pancasila di bawah pimpinan Mayor Jenderal Soeharto menggagalkan dan menumpas kudeta G30S/PKI merupakan kemenangan Pancasila. Pada tanggal 4 Oktober 1965 Mayor Jenderal Soeharto memimpin pengangkatan jenazah dari sumur di Lubang Buaya.

 IMG_3272

AKSI-AKSI TRI TUNTUTAN RAKYAT, 1966

Sejak kudeta berdarah G30S/PKI berhasil digagalkan dan ditumpas dalam waktu singkat, pemerintah orde lama menjadi goyah karena mengalami krisis politik dan ekonomi yang semakin parah. Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia yang disokong oleh segenap kekuatan Pancasila di dalam ABRI, partai-partai politik dan organisasi-organisasi massa mengadakan demonstrasi tanggal 11 Januari 1966 – 11 Maret 1966 dengan mengajukkan Tri Tuntutan Rakyat.

 IMG_3274

SURAT PERINTAH 11 MARET 1966

Krisis yang menggoncangkan sendi-sendi negara sesudah kudeta G30S/PKI digagalkan menyebabkan pemerintah kehilangan kepercayaan rakyat. Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan kewibawaan pemerintah dan keamanan nasional. Letjen Soeharto dengan cepat melaksanakan surat perintah 11 Maret 1966 dengan memenuhi dua di antara Tri Tuntutan Rakyat, yakni membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membersihkan kabinet dari Menteri-Menteri yang ada indikasi terlibat G30S/PKI.

IMG_3277

PENENTUAN PENDAPAT RAKYAT IRIAN JAYA, 1969

Untuk melaksanakan Persetujuan New York 1962 tentang penyerahan Irian Jaya kepada Indonesia diadakan PEPERA dibawah pengawasan PBB yang dilakukan dengan sistem perwakilan setiap kelompok melalui pemilihan secara bertingkat. Keputusan Dewan Musyawarah PEPERA dengan suara bulat memilih Irian Jaya tetap bagian RI yang kemudian disahkan oleh PBB pada tanggal 19 Nopember 1969 dengan 84 suara setuju, 6 menolak dan 30 abstain.

—–

DIORAMA SISI 5

IMG_3280

KONPERENSI TINGKAT TINGGI KE-10 NEGARA-NEGARA NON BLOK 1992

KTT ke-10 para kepala negara atau pemerintahan negara-negara non blok diselenggarakan di Jakarta, 1-6 September 1992. Presiden Soeharto dalam pidato pembukaan konperensi tersebut menegaskan perlunya suatu tata internasional baru berdasarkan perdamaian abadi, keadilan sosial, kesejahteraan rakyat dan pembangunan berkelanjutan. Wakil-wakil dari 100 negara yang merupakan anggota Gerakan Non Blok ikut serta di dalam konperensi tersebut: 8 Negara organisasi internasional dan gerakan pembebasan nasional menghadiri konperensi sebagai peninjau, delegasi tamu dari 22 negara organisasi internasional ikut hadir di dalam konperensi tersebut.

IMG_3282

INTEGRASI TIMOR TIMOR, 1976

Keputusan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Timor Timur, 31 Mei 1976, di Dili, yang pada hakikatnya merupakan perwujudan kehendak rakyat sebagai mana tertuang dalam proklamasi integrasi Timor Timur, 30 Nopember 1975, di Balibo, mendesak pemerintah RI agar dalam waktu sesingkat-singkatnya menerima dan mengesahkan integrasi rakyat dan wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan RI.

—–

DIORAMA SISI 6

IMG_3283

ALIH TEKNOLOGI, 1995

Keberhasilan uji terbang perdana N-250 produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara di Bandung, 10 Agustus 1995, merupakan prestasi putra-putri bangsa Indonesia yang membanggakan dalam upaya mengembangkan dan menerapkan teknologi tinggi di bidang kedirgantaraan. Berkaitan dengan itu, tanggal 10 Agustus ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

Advertisements

2 thoughts on “Diorama-Diorama Sejarah Nasional Indonesia

  1. Mantaab Mas..
    Oh iya ini ada renungan..
    Beberapa tahun belakangan marak ‘sedekah ajaib’ yang sering digiatkan oleh seorang ustad ‘nganu’.
    Cak Nun mengingatkan, “Sedekah itu dalam rangka BERSYUKUR, berbagi rejeki BUKAN dalam rangka MENCARI rejeki. Kalau anda mengharapkan kembalian berlipa-lipat dari sedekah, itu bukan sedekah..tapi dagang!”…

    1. Betul itu om, mungkin jika seperti kita atau caknun yang sudah memahami ilmu agama sedekah sejatinya untuk bersyukur. Namun tidak bisa dipungkiri juga kalau masih banyak disekitar kita yang belum memahami apa itu sedekah. Mungkin.. sekali lagi mungkin ya om, ustad nganu mencoba mengajak mereka yg awam agar mau bersedekah dengan cara diming-imingi balasan rezeki 700x dari Allah. Harapannya seiring bertambahnya kesadaran akan sedekah tambah pula kesadaran untuk bersyukur. Seperti saya dulu waktu kecil supaya mau solat, orang tua saya selalu mengimingi “mau masuk surga gak?” atau yg sedikit mengancam “mau masuk neraka?” Kira2 begitu om kalau dari perspektif saya. ^^

      Ngomong2 Terima kasih sudah berkunjung. Senang sekali master bisnis mau maen ke sini. Sepertinya saya jadi punya referensi baru nih untuk memulai bisnis 🙂 hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s