Kommer

Duapuluh tahun, Nyai. Kita berdua sama-sama mendalami–duapuluh tahun bukanlah waktu yang terlalu lama. Dalam duapuluh tahun orang bisa tak lebih cerdik. Ada banyak yang semakin tidak tahu belajar dari pengalaman. Memang keras kata-kataku ini, kata-kata yang kutujukan pada Tuan Minke, juga pada diriku sendiri. Itu lebih baik daripada hanya puji-pujian seperti yang dihamburkan Marteen Nijman. Puji-pujian sudah terlalu banyak diterimanya. Tapi benih-benih yang menghidupi, Nyai, dari siapa dia akan peroleh kalau bukan dari sahabat-sahabatnya yang jujur?

(Kommer dalam Anak Semua Bangsa, 267-268)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s