about

Email: ardyansatya@live.com
Follow on Twitter : @ardyansatya
Facebook : Ardyan Satya

406192_256503881085814_496286989_n

Assalamualaikum,

Selamat datang di rumah kecil saya! Karena saya tidak pandai melayani tamu, jadi kalau ada yang mau minum, bikin kopi, sirup, teh hangat, atau ngemil-ngemil silahkan teman-teman ambil sendiri ya. Mau tidur-tiduran juga boleh asal bantalnya jangan diencesin ya. Anggap aja rumah saya hehe ^^

Perkenalkan nama saya Ardyan Satya, panggilannya banyak sesuai lokasi geografis yang sedang dikunjungi. Kalau di Medan saya dipanggil bang, di Jawa saya dipanggil mas, sama teller bank dipanggil Bapak, ketemu abang-abangan dipanggil dek. Ketemu anak pesantren dipanggil akhi. Pokoknya banyaklah suka-suka kalian aja mau panggil apa.

Ardyan lahir di Medan, namun di usianya yang ke 3 orang tuanya membawa Ardyan pindah ke daerah terpencil di Bekasi bernama Tambun Selatan. Banyak darah nusantara mengalir di tubuhnya, Melayu, Batak, Jawa, Padang, Aceh. Karenanya dia sering kebingungan kalau ditanya dari mana asalnya. Dan pada akhirnya dia selalu berkata ‘saya orang Indonesia.’

Sebetulnya Ardyan itu orangnya tertutup dan pemalu, paling susah untuk mengungkapkan suatu pikiran ke orang-orang banyak. Bahkan untuk membuat blog ini saja mikirnya harus ke Semeru dulu. Gimana gak malu coba, pikiran kita, apa yang ada di kepala kita, kita tulis dan dibaca sama semua orang. Orang-orang lagi nelanjangin isi otak kita. Kalau otak saya bersih sih gak masalah, kalau malah banyak sampahnya? Nahloh 😀

Tapi pada satu kesempatan saya membaca sebuah quote dari seorang sastrawan besar Indonesia, Pramodya Ananta Toer;

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Kalimat inilah yang membuat saya memberanikan diri untuk menulis. Walaupun sebetulnya lebih berangkat pada Narsisme dalam diri. Saya tidak mau hilang dalam masyarakat. Saya mau dicatat dalam sejarah dan diketahui keberadaannya oleh orang. Saya tak mau sengaja lari untuk dikejar, tak mau pula sengaja hilang untuk dicari, berjuang tak sebercanda itu, kata Sujiwo Tejo. Tapi setidaknya bukan Narsisme-nya anak-anak muda masa kini dengan foto diri yang berlembar-lembar, namun ini narsisme dengan tulisan. Semoga jadi Narsisme-nya Pramoedya yang terpelajar.

Ardyan selalu mempunyai mimpi bahwa sebelum ia meninggalkan dunia yang fana ini, paling tidak dia sudah membuat satu buah karya tulis yang dapat berguna bagi kehidupan manusia. Namun bagi introvert sepertinya menulis tidaklah semudah membentuk tapak sepatu pada liat. Wajarlah mengapa Pramoedya pada lain kesempatan mengatakan bahwa menulis adalah tentang keberanian. Butuh keberanian tinggi bagi saya menuangkan segala pikiran yang mungkin saja berlawanan arus dengan orang kebanyakan. Karena pada dasarnya Ardyan tidak pernah ingin menjadi berbeda, ia hanya ingin menjadi baik.

Dalam blog ini teman-teman mungkin hanya menemukan beberapa tulisan mengenai perjalanan-perjalanan yang pernah saya lakukan. Blog ini memang ditujukkan untuk latihan saya dalam menulis. Menceritakan kembali sebuah perjalanan yang pernah dilakukan menurut saya adalah langkah awal yang paling mudah untuk dilakukan ^^. Perjalanan itu paling sering adalah mengenai pendakian ke gunung-gunung di Indonesia.

Ya, Ardyan adalah anak muda yang sangat gemar mendaki gunung. Dia pertama kali mengenal kegiatan ini melalui sebuah organisasi kepencintaalaman di SMA yang bernama RED-ANT. Di organisasi tersebutlah ia belajar tentang apa itu yang disebut kebersamaan. Kali pertama ia memiliki keluarga kecil kalau tidak bisa disebut sahabat-sahabat baik. Keterlibatannya dalam organisasi ini sebetulnya adalah sebuah ketidaksengajaan, lantaran kesal karena dirinya dianggap lemah oleh kakaknya yang berpesan padanya untuk tidak mengikuti Red-Ant. Bagi kakaknya Red-Ant adalah organisasi tempat anak-anak berandalan berkumpul. Hanya orang-orang berfisik kuat yang bisa masuk ke sana. Dan saya tak memiliki kriteria tersebut sama sekali.

Sejak kecil Ardyan hanya seorang laki-laki kutu buku yang jarang sekali keluar rumah ^^. Mengutak-atik komputer Pentium 4 milik orang tuanya dan sangat sulit bergaul, lebih-lebih pada perempuan.  Namun kekesalan pada kata-kata kakaknya telah membuat ia berambisi untuk membuktikan bahwa dia tidak selemah itu. Singkat cerita dia pun berhasil membuktikan dirinya lulus dalam seleksi keanggotaan Red-Ant. Dan ketika memasuki kelas 11, ia terpilih menjadi ketua Red Ant untuk periode 2009-2010. Menjadi seorang ketua organisasi telah mengubah 180 derajat perilakunya sebagai anak bontot yang kuper dan manja. Red Ant telah memberinya banyak pelajaran tentang kepercayaan diri. Membuatnya melihat Indonesia. Membuka matanya untuk berani menghadapi setiap resiko.

Ardyan adalah seorang melankolis-perfeksionis, ia paling suka dengan kerapihan dan segala sesuatu yang tertata dan tersusun secara sistematis. Waktu kecil dia suka mengamati gambar planet-planet yang tersusun apik dalam sistem tata surya. Beranjak remaja dia senang membentuk band bersama teman-temannya. Mengorganisirnya bersama-sama. Hingga menyusun jadwal band setiap minggunya sehabis pulang sekolah. Begitulah dia, tak pernah bisa betah jika dalam ruangan yang berantakan, tangannya selalu ngelitis buat mengembalikan setiap barang yang tidak pada tempatnya.

Ardyan juga orang yang sedikit makannya, kalau setahun yang lalu kamu bertemu dengannya dan hari ini bertemu lagi jangan heran badannya masih kerempeng kayak dulu. Dia adalah manusia dengan semangat kemerdekaan paling stabil, yakni semangat 45 Kg gak nambah-nambah gak kurang-kurang. -__- Saking jarangnya jajan dia perlu waktu sampai 15 menit untuk nentuin menu apa yang harus dipilih. Dan pada menit ke 15 dia akan bilang ‘samain aja deh..’

Ardyan paling sedih melihat orang yang senang membuang sampah sembarangan. Baginya setinggi apapun pendidikan atau status sosial seseorang kalau ia masih membuang sampah sembarangan dia adalah sebodoh-bodohnya manusia. Secantik/setampan apapun dirimu kalau masih buang sampah sembarangan orang tidak akan mempedulikan wajahmu itu. Dan orang-orang seperti ini perlu disadarkan menurutnya. Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi jika kita terbiasa kotor, maka logikanya setengah iman kita adalah tidak ada. Bagaimana kita bisa hidup dengan setengah Iman? Bagaimana kita bisa bergelantungan pada satu tangan? A man who stands for nothing will fall for anything. (Malcolm X)

Selain kegemarannya mendaki gunung, Ardyan juga suka menonton film. Film yang paling ia suka adalah yang mampu memberikan pelajaran tentang nilai-nilai moral pada penontonnya. Saat ini, dari sedikit yang ia tonton baru 3 film yang menurutnya sangat berkualitas; Taree Zameen Par, Jodaiye Nader az Simin dan Children of Heaven. Seleranya memang sedikit rumit untuk dipaparkan hehe ^^ Ardyan paling tidak suka menonton TV apalagi saluran Indonesia yang saat ini dianggapnya sangat tidak berkualitas. Terakhir kali dia nonton depan TV berjam-jam sewaktu ada tayangan Discovery, Animal Planet dan National Geographic nempel di stasiun lokal ketika umurnya 9 tahun.

Saat ini Ardyan masih sibuk menimba ilmu di jurusan Arsitektur Universitas Pancasila. Fokus keilmuannya adalah arsitektur kawasan. Cita-citanya adalah menjadi seorang urban designer yang mampu memberikan ruang publik yang sehat pada masyarakat Indonesia sekaligus melestarikan alam bagi kelangsungan peradaban di bumi pertiwi. Doakan saya ya teman-teman semoga suatu hari bisa jadi Arsitek yang bertanggung jawab pada masyarakat dan alam sekitar. Karena sekecil apapun bentuk arsitektur sesunggunhnya adalah intervensi pada alam.

Kira-kira seperti itulah gambaran penghuni tunggal blog ini. Semoga teman-teman gak lari setelah baca sesi ‘about me’ ini. Semua tulisan di blog ini adalah murni dari pemikiran saya yang sempit dan pengalaman yang masih sepiring dua piring. Kalau ada kalimat-kalimat yang tidak sependapat biarlah perbedaan menjadi rahmat bagi kita semua. Enjoy brader!

Kalau sudah selesai ngopi-ngopi mari lanjut ngobrol lagi di kolom komentar ^^

Semoga harimu menyenangkan 🙂

Ardyan Satya

16 thoughts on “about

      1. ilmu tentang perencanaan dan perancangan sebuah lingkungan binaan mulai dari lingkup mikro (bangunan) sampai ke makro (kawasan). Kalau gak salah begitu mas. Maklum sering bolos heuhe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s